Blog

  • Kapolresta Bogor Kota Berikan Hadiah Umrah kepada PNS Teladan Polresta Bogor Kota

    KOTA BOGOR – Kapolresta Bogor Kota Polda Jabar, Kombes Pol Eko Prasetyo, S.H., S.I.K., M.H., memberikan hadiah umrah kepada PNS Polresta Bogor Kota, Bapak Tarkum, sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian yang luar biasa selama bertugas di lingkungan Polresta Bogor Kota. Kamis (06/11/2025).

    Pemberian hadiah umrah ini dilakukan sebagai wujud apresiasi pimpinan kepada personel yang menunjukkan kinerja, kedisiplinan, serta integritas tinggi dalam melaksanakan tugas kepolisian.

    Kapolresta Bogor Kota menyampaikan bahwa penghargaan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh personel, baik anggota Polri maupun ASN, untuk terus bekerja dengan tulus, ikhlas, dan profesional.

    “Bapak Tarkum ini telah menunjukkan loyalitas dan pengabdian yang luar biasa. Kami berharap semangat beliau menjadi contoh bagi seluruh personel untuk terus memberikan yang terbaik dalam melayani masyarakat,” ujar Kapolresta Bogor Kota.

    Sementara itu, Bapak Tarkum mengucapkan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian dan apresiasi yang diberikan. Ia menyampaikan bahwa hadiah umrah ini menjadi motivasi besar baginya untuk terus bekerja dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan.

  • Polresta Bogor Kota Laksanakan Patroli Malam, Wujudkan Kota Bogor Aman dan Kondusif

    KOTA BOGOR – Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat, Polresta Bogor Kota Polda Jabar melaksanakan patroli malam di sejumlah titik rawan gangguan kamtibmas di wilayah Kota Bogor, Rabu malam (5/11/2025).

    Patroli malam ini dilaksanakan oleh personel gabungan fungsi dengan menyasar lokasi-lokasi yang rawan terjadinya tindak kriminal, tawuran remaja, dan balapan liar, seperti Jalan Soleh Iskandar, kawasan Tanah Sareal, dan beberapa titik strategis lainnya.

    Kegiatan tersebut merupakan implementasi arahan Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Eko Prasetyo, S.H., S.I.K., M.H., agar jajaran meningkatkan patroli dialogis dan kehadiran polisi di lapangan, terutama pada malam hingga dini hari.

    “Patroli malam dilakukan secara rutin untuk mencegah potensi gangguan kamtibmas dan memberikan rasa aman bagi masyarakat yang beraktivitas pada malam hari,” ujar salah satu perwira pengendali di lapangan.

    Selama kegiatan, petugas juga memberikan himbauan kamtibmas kepada masyarakat serta berkoordinasi dengan warga sekitar untuk menjaga keamanan lingkungan secara bersama-sama.

    Patroli malam berlangsung dalam keadaan aman, lancar, dan kondusif, mencerminkan komitmen Polresta Bogor Kota dalam mewujudkan Polri yang Presisi, dekat dengan masyarakat, dan selalu hadir menjaga keamanan Kota Bogor.

  • Polsek Tanah Sareal Gencarkan Patroli Malam di Jalan Soleh Iskandar, Antisipasi Balapan Liar dan Tawuran

    KOTA BOGOR – Jajaran Unit Sabhara Polsek Tanah Sareal Polresta Bogor Kota bersama Pawas piket melaksanakan patroli malam di sepanjang Jalan Soleh Iskandar, wilayah Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Rabu (5/11/2025).

    Kegiatan patroli ini merupakan tindak lanjut dari arahan Kapolresta Bogor Kota Polda Jabar Kombes Pol Eko Prasetyo, S.H., S.I.K., M.H., untuk meningkatkan kehadiran polisi di lapangan terutama pada jam-jam rawan gangguan kamtibmas.

    Pawas Iptu Siagian yang memimpin kegiatan tersebut mengatakan bahwa patroli difokuskan pada pencegahan aksi balapan liar dan tawuran remaja yang kerap terjadi pada malam hingga dini hari.

    “Kami melaksanakan patroli malam di sepanjang Jalan Soleh Iskandar untuk mengantisipasi balapan liar dan tawuran yang sering meresahkan masyarakat,” ujar Iptu Siagian.

    Selama patroli, petugas menyusuri sejumlah titik rawan serta memberikan himbauan kepada masyarakat agar turut menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

    Kegiatan berlangsung aman dan kondusif. Dengan rutin dilaksanakannya patroli malam, diharapkan dapat mencegah potensi tindak pidana serta menciptakan rasa aman di wilayah hukum Polsek Tanah Sareal.

  • Polsek Tanah Sareal Gencarkan Patroli di Lokasi Rawan Tawuran, Wujudkan Lingkungan Aman dan Kondusif

    KOTA BOGOR – Jajaran Unit Sabhara Polsek Tanah Sareal Polresta Bogor Kota bersama Pawas piket melaksanakan patroli di kawasan rawan tawuran, tepatnya di wilayah Jalan Mekarwangi–Kencana, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Rabu (5/11/2025).

    Kegiatan patroli ini merupakan tindak lanjut dari arahan Kapolresta Bogor Kota Polda Jabar Kombes Pol Eko Prasetyo, S.H., S.I.K., M.H., untuk meningkatkan kehadiran polisi di lapangan dalam rangka mencegah potensi gangguan kamtibmas, khususnya tawuran antar pelajar dan remaja.

    Pawas Iptu Siagian yang memimpin kegiatan menyampaikan bahwa patroli difokuskan pada titik-titik yang kerap dijadikan lokasi berkumpulnya remaja dan tempat rawan terjadinya aksi tawuran.

    “Kami laksanakan patroli di lokasi yang sering dijadikan tempat tawuran, sekaligus memberikan himbauan kamtibmas kepada warga agar turut serta menjaga keamanan lingkungan,” ujar Iptu Siagian.

    Selain memberikan himbauan, petugas juga berdialog dengan masyarakat sekitar untuk mendengarkan keluhan dan masukan terkait situasi keamanan di wilayah tersebut.

    Kegiatan patroli berlangsung aman dan kondusif. Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergitas antara aparat kepolisian dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari potensi tawuran.

  • Polsek Tanah Sareal Gelar Program Polisi Sahabat Anak, Tanamkan Disiplin dan Tertib Lalu Lintas Sejak Dini

    KOTA BOGOR – Anggota Polsek Tanah Sareal Polresta Bogor Kota melaksanakan kegiatan Polisi Sahabat Anak yang berlangsung di Mako Polsek Tanah Sareal, Kota Bogor, Rabu (5/11/2025).

    Kegiatan ini merupakan bagian dari program unggulan Kapolresta Bogor Kota Polda Jabar Kombes Pol Eko Prasetyo, S.H., S.I.K., M.H., dalam rangka mendekatkan sosok Polri kepada masyarakat, khususnya anak-anak usia dini.

    Dalam kegiatan tersebut, Polsek Tanah Sareal menerima kunjungan dari siswa-siswi TK Tunas Harapan Cimanggu Permai bersama para guru pembimbingnya.

    Kapolsek Tanah Sareal melalui Iptu Sahid menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai tugas dan peran kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus menanamkan nilai disiplin sejak dini.

    “Kami mengenalkan anak-anak pada lingkungan kepolisian serta memberikan pengetahuan dasar mengenai rambu-rambu lalu lintas agar mereka terbiasa tertib dan patuh aturan,” ujar Iptu Sahid.

    Kegiatan berjalan dengan aman, lancar, dan penuh keceriaan. Anak-anak tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari pengenalan kendaraan dinas hingga simulasi sederhana tentang keselamatan berlalu lintas.

    Program Polisi Sahabat Anak menjadi wujud nyata Polri yang humanis dan edukatif, sekaligus sarana membangun citra positif Polri di mata generasi penerus bangsa.

  • Apel Siaga Tanggap Bencana, Forkopimda Kota Bogor Siap Hadapi Potensi Bencana Musim Hujan

    KOTA BOGOR – Dalam rangka mengantisipasi potensi bencana alam di musim penghujan serta meningkatkan kesiapsiagaan lintas instansi, Polresta Bogor Kota menggelar Apel Siaga Tanggap Bencana Tahun 2025 di Lapangan Mapolresta Bogor Kota, Jalan Kapten Muslihat No.18 Kota Bogor, pada Rabu (5/11/2025).

    Kegiatan apel tersebut dipimpin oleh Wali Kota Bogor, Dandim 0606 Kota Bogor, dan Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Eko Prasetyo, S.H., S.I.K., M.H., dengan diikuti sebanyak 620 personel gabungan dari unsur Polri, TNI, Pemerintah Kota Bogor, dan relawan kebencanaan.

    Peserta apel terdiri dari jajaran Polresta Bogor Kota, Kodim 0606 Kota Bogor, serta unsur pemerintah daerah seperti BPBD, Satpol PP, Dishub, Damkar, Tagana, dan Dinas terkait lainnya, termasuk para Ketua Kelurahan Tangguh Bencana dan para Camat se-Kota Bogor.

    Dalam amanatnya, Wali Kota Bogor menekankan pentingnya sinergitas dan kesiapan seluruh unsur Forkopimda dalam menghadapi potensi bencana, terutama mengingat tingginya curah hujan dan kondisi geografis Kota Bogor yang rawan longsor serta banjir.

    Usai pelaksanaan apel, para pejabat Forkopimda melakukan pemeriksaan sarana dan prasarana penanggulangan bencana, meliputi kendaraan taktis, perahu karet, perlengkapan evakuasi, hingga dapur umum lapangan, sebagai bentuk kesiapan operasional menghadapi kondisi darurat.

    Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Eko Prasetyo, S.H., S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Polresta Bogor Kota bersama unsur Forkopimda dalam menjaga keselamatan dan keamanan masyarakat.

    “Kami siap bersinergi dalam menghadapi setiap potensi bencana di wilayah Kota Bogor. Kesiapsiagaan menjadi kunci utama agar kita dapat memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat,” ujar Kapolresta Bogor Kota.

    Kegiatan apel berjalan dengan aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan, mencerminkan kesiapan seluruh unsur dalam mewujudkan Kota Bogor yang tangguh menghadapi bencana.

  • Anggota Satlantas Polresta Bogor Kota Ajak Makan Kakek Penjual Koran, Wujud Kepedulian di Tengah Tugas

    KOTA BOGOR – Sebuah aksi humanis dilakukan oleh anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Bogor Kota saat melaksanakan tugas di lapangan. Di sela kesibukan mengatur arus lalu lintas, personel Satlantas tampak mengajak seorang kakek penjual koran untuk makan bersama di salah satu warung di kawasan Kota Bogor.

    Tindakan sederhana namun penuh makna ini menjadi wujud nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat kecil. Dengan penuh hormat, anggota Satlantas mengajak sang kakek yang setiap hari berjualan koran di pinggir jalan untuk beristirahat sejenak dan menikmati hidangan bersama.

    Kasat Lantas Polresta Bogor Kota menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk implementasi Polri yang humanis dan dekat dengan masyarakat, sebagaimana arahan Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Eko Prasetyo, S.H., S.I.K., M.H.

    “Kami ingin menunjukkan bahwa di balik seragam polisi, ada hati yang peduli. Kami tidak hanya menjaga lalu lintas, tapi juga menjaga hubungan kemanusiaan dengan warga,” ujar Kasat Lantas.

    Aksi spontan ini pun mendapat apresiasi dari warga sekitar yang menyaksikan, karena mencerminkan wajah Polri yang Presisi, humanis, dan penuh empati terhadap sesama.

  • Bareskrim Tetapkan Tersangka Tambang Ilegal di Lereng Merapi, Nilai Transaksi Capai Rp 3 Triliun

    Jakarta – Bareskrim Polri menetapkan satu tersangka dalam kasus tambang pasir ilegal di kawasan Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM), Magelang, Jawa Tengah. Penetapan tersangka ini merupakan hasil penyelidikan mendalam usai penggerebekan tambang ilegal bernilai fantastis hingga Rp 3 triliun.

    “Untuk saat ini kita masih memeriksa beberapa saksi dan kita sudah ada satu tetapan, satu tersangka ya dari beberapa lokasi ini dan yang jelas kita akan kembangkan lagi,” ujar Wakabareskrim Polri Irjen Nunung Syaifuddin seusai Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Sinergi Antar Lembaga untuk Terlindunginya Hak-hak Anak yang Berhadapan dengan Hukum” di Jakarta Selatan, Selasa (4/11/2025).

    Nunung menjelaskan, penyidik saat ini tengah berkoordinasi dengan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah untuk menelusuri izin penambangan di wilayah tersebut.

    “Kita akan koordinasi dengan Kepala Dinas ESDM setempat untuk melakukan pengecekan mana-mana tambang yang mempunyai IUP sesuai dengan aturan atau mana yang dia ilegal,” katanya.

    Menurut Nunung, terdapat tiga titik yang menjadi fokus pemeriksaan. Ia menegaskan, kepolisian berkomitmen untuk menindak tegas setiap kegiatan tambang yang merusak lingkungan hidup.

    “Berdasarkan laporan yang sudah kita terima, baik dari Ditipidter maupun dari Kepala Dinas ESDM setempat, kalkulasi selama 10 tahun ini lebih kurang kita kumulatifkan menjadi lebih kurang Rp 3 triliun,” ungkapnya.

    Sebelumnya, tim Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri melakukan penggerebekan di kawasan tambang ilegal lereng Merapi, tepatnya di Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Sabtu (1/11/2025).

    Dalam operasi tersebut, ditemukan sekitar 39 depo penampungan yang menerima hasil dari 36 titik tambang tanpa izin. Nilai transaksi dari seluruh aktivitas ilegal itu mencapai Rp 3 triliun.

    “Rekan-rekan ketahui, kurang lebih kerugian yang, uang yang beredar untuk 36 titik penambangan ini kurang lebih Rp 3 triliun. Bisa bayangkan rekan-rekan sekalian, uang yang beredar Rp 3 triliun ini tidak dipungut pajak oleh pemerintah dan tidak membayar kewajiban-kewajiban kepada pemerintah,” ujar Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, Brigjen Moh Irhamni, di lokasi penambangan.

    Irhamni menuturkan, penambangan ilegal tersebut diduga telah berlangsung sekitar dua tahun terakhir dengan volume pasir mencapai 21 juta meter kubik.

    “Hitungan kami Rp 3 triliun kurang lebih itu adalah selama dua tahun terakhir. Ini kurang lebih 21 juta meter kubik. Jadi setidaknya dua tahun terakhir ini kalau dihitung ke belakang lagi lebih banyak lagi,” jelasnya.

    Ia menambahkan, seandainya aktivitas tambang dilakukan secara resmi dengan izin pemerintah, maka hasilnya dapat digunakan untuk pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat sekitar.

    “Apabila mereka mengajukan izin resmi tentunya bisa dipungut kewajiban kepada pemerintah untuk pembangunan masyarakat dan pembangunan Provinsi Jawa Tengah. Apapun Kabupaten Magelang, bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Irhamni.

  • Bareskrim Polri Ungkap 332 Anak Terlibat Kerusuhan Agustus, Mayoritas Hanya Ikut-ikutan

    Jakarta – Bareskrim Polri mengungkap sebanyak 332 anak terlibat dalam kerusuhan yang terjadi saat demonstrasi pada Agustus lalu. Mayoritas di antara mereka diketahui masih berstatus pelajar dan ikut terlibat bukan karena niat kriminal, melainkan karena ikut-ikutan dan termobilisasi tanpa memahami konsekuensi hukumnya.

    Hal itu disampaikan Wakabareskrim Polri Irjen Nunung Syaifuddin dalam sambutannya pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Sinergi Antar Lembaga untuk Terlindunginya Hak-hak Anak yang Berhadapan dengan Hukum” di Jakarta, Selasa (4/11/2025).

    “Yang menarik, lebih dari 90 persen dari mereka adalah pelajar, mulai dari SMP hingga SMA atau SMK, bahkan ada yang masih mengikuti program kejar paket. Sebagian besar terseret bukan karena niat kriminal, tetapi karena ikut-ikutan, termobilisasi, atau tidak memahami konsekuensi hukum dari tindakannya,” ujar Irjen Nunung.

    Berdasarkan data yang dipaparkannya, jumlah anak terlibat kerusuhan paling banyak berasal dari Polda Jawa Timur sebanyak 144 anak, disusul Polda Jawa Tengah 77 anak, dan Polda Metro Jaya 36 anak. Adapun di Polda Jawa Barat tercatat 34 anak, sementara sisanya tersebar di wilayah DIY, NTB, Lampung, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Bali, dan Sumatera Selatan.

    Dari total 332 anak tersebut, sebanyak 160 anak telah menjalani diversi, 37 anak ditangani dengan pendekatan restorative justice, 28 anak masih di tahap satu, dan 73 anak di tahap dua. Sedangkan 34 anak lainnya telah dinyatakan P21 atau siap diserahkan ke kejaksaan.

    Nunung menegaskan pentingnya rumusan kebijakan lintas sektoral dalam penanganan anak yang berhadapan dengan hukum. Ia mengingatkan agar upaya hukum tidak mengabaikan sisi humanisme dan masa depan anak-anak tersebut.

    “Kemudian membuat SOP, koordinasi antarlembaga, dan penerapan diversi serta restorative justice. Ketiga, membuat action plan atau rencana aksi yang konkret dan dapat diterapkan di seluruh wilayah Indonesia,” tuturnya.

    Ia juga menekankan pentingnya upaya pencegahan melalui edukasi dan literasi digital. “Dan terakhir, kita bisa menentukan strategi pencegahan, melakukan edukasi, literasi digital, dan penguatan peran keluarga serta sekolah agar anak tidak mudah terprovokasi untuk terlibat dalam aksi-aksi berisiko hukum,” pungkasnya.

  • Polsek Tanah Sareal Konsisten Gelar Operasi Miras, Wujudkan Wilayah Zero Miras di Kota Bogor

    KOTA BOGOR – Jajaran Polsek Tanah Sareal Polresta Bogor Kota Polda Jabar terus konsisten melaksanakan razia terhadap penjual minuman keras (miras) di wilayah hukumnya.

    Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Eko Prasetyo S.H., S.I.K., M.H. agar seluruh jajaran berkomitmen mewujudkan wilayah hukum Polresta Bogor Kota bebas dari peredaran miras (Zero Miras).

    Kapolsek Tanah Sareal Kompol Doddy mengatakan, pihaknya akan terus melakukan operasi penertiban hingga tidak ada lagi penjual miras di wilayah Tanah Sareal.

    “Kami terus menerus melaksanakan operasi penjual miras sampai benar-benar zero, tidak ada lagi yang menjual minuman keras di wilayah Tanah Sareal,” ungkap Kompol Doddy, Selasa (04/11/2025).

    Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat agar terhindar dari dampak negatif yang ditimbulkan oleh minuman keras dan obat-obatan terlarang.

    Dalam pelaksanaannya, operasi dipimpin oleh Pawas bersama anggota piket fungsi serta berkolaborasi dengan Satpol PP guna memperkuat penegakan di lapangan, termasuk penyegelan terhadap toko yang masih nekat menjual miras tanpa izin.

    “Kami ingin menciptakan wilayah hukum Polsek Tanah Sareal yang benar-benar zero miras,” tegas Kompol Doddy.

    Melalui operasi rutin ini, diharapkan angka kriminalitas, tawuran, dan gangguan kamtibmas lainnya dapat ditekan, sehingga tercipta lingkungan masyarakat yang aman, tertib, dan kondusif.